Nama Maria Ozawa alias Miyabi pasti nggak asing bagi pengguna internet nakal. Kini sepertinya Anda tidak perlu sibuk-sibuk mengunduh film-film yang dibintanginya karena Miyabi akan beraksi di film nasional.
Hal itu diungkapkan Raditya Dika, penulis yang populer lewat buku ‘Kambing Jantan’. Ia mengaku tengah mempersiapkan naskah film yang rencananya diberi judul ‘Menculik Miyabi’.
“Aku penulis sekaligus jadi bintangnya,” ujar pria yang hobi nge-blog itu.
Meski kemampuan aktingnya masih diragukan, bintang film porno asal Jepang itu pun meminta bayaran mahal.
Menampilkan bintang porno asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi di film Indonesia bukan perkara mudah. Maxima Production pun mengakui sedikit menemui kendala.
“Nggak mudahlah datengin dia (Miyabi), pasti ada ijin dan lain-lainnya,” ujar Odi Mulya Hidayat produser Maxima Pictures.
Namun di ‘Menculik Miyabi’, Miyabi tidak akan beraksi seperti yang biasa Anda temukan di internet. Kabarnya, film tersebut murni bergenre komedi.
“Ini total komedi. Kebanyakan kita lihat sekarang film seks komedi, gue juga nggak suka seks komedi dan horor. Saya tidak mau cerita porno sama sekali,” tegas Radit.
Bahkan Radit dengan tegas menjanjikan tak ada aksi pamer dada dan bokong di film Miyabi. “Nanti nggak perintah syut dada dan pantat (bokong-red),” tegasnya kembali.
Trailer Menculik Miyabi
Sinopsis
Cerita film ‘Menculik Miyabi’ yang sedang ditulis Radit bercerita tentang tiga anak muda yang sedang membantu mencari hadiah untuk seorang perempuan. Kebetulan seorang bintang porno asal Jepang yang diperankan Maria Ozawa alias Miyabi baru membuka toko pakaian dalam di Indonesia.
“Nah, tiba-tiba mereka menculik si pemilik tokonya untuk hadiah. Tapi dia juga dibingungkan bagaimana cara mengembalikan Miyabi tanpa ada tuduhan mereka lagi menculik. Cerita itu yang akan ada adegan lucunya,” cerita Radit.
Meski demikian, Radit sadar dengan imej ‘pemain porno’ yang melekat di diri Miyabi. Makanya sebagai penulis cerita, Radit pun harus berhati-hati membuat alur ceritanya.
“Gue juga harus hati-hati biar ini jadi cerita total komedi dan nggak ada agedan seks atau porno,” katanya.
Pro-Kontra
Rencana mendatangkan bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, untuk bermain film di Indonesia mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tampilnya Miyabi dinilai akan merusak citra Indonesia di mata negara lain.
“Sebaiknya janganlah menggunakan bintang porno itu. Walaupun filmnya tidak porno tapi kan bintangnya porno. Kecuali kalau sudah berhenti jadi bintang porno,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin.
Menurut Ma’ruf, meski film yang akan dibintangi Miyabi itu bukan film porno, tapi citra di masyarakat sudah terbentuk bahwa Miyabi adalah bintang porno. Masyarakat akan punya kesan kurang baik terhadap film tersebut.
Selain itu, tampilnya Miyabi dalam film Indonesia berjudul ‘Menculik Miyabi’ itu juga berpotensi mencemarkan nama Indonesia di mata negara lain.
“Bisa saja Indonesia dapat kesan buruk karena mengimpor bintang porno. Kayak kurang bintang dalam negeri saja,” ucapnya.
Namun bagi aktivis perempuan Ninik Rahayu, ‘impor’ bintang film mestinya tidak akan menjadi masalah. Menurut Ninik, meski Miyabi dikenal sebagai bintang porno, orang tidak boleh menstigmasi gadis cantik itu. “Kalau dia pemain porno, memangnya dia akan porno di mana saja?” tanya Ninik.
Perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas Perempuan ini mengatakan, Miyabi harus tetap dihormati sebagai tamu di Indonesia. “Tetap harus dihormati, jangan karena dia bintang porno terus nggak dihormati,” katanya.
Pelarangan kedatangan baru boleh dilakukan jika Miyabi terbukti telah melakukan pelanggaran atau kejahatan tertentu. Selama itu tidak terbukti, aksi penolakan seharusnya tidak terjadi.
“Kalau bertentangan dengan norma masyarakat, kita harus mempertimbangkan ulang. Tapi kalau memang nggak ya nggak papa. Semua kembali ke rasa masyarakat. Paradigma kita kan bukan paradigma mengatur,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Wahid Hamid saat dihubungi detikcom.
Sumber : http://www.detiknews.com/






0 komentar:
Poskan Komentar